Ini ada sebuah cerita, disimak ya…
Rumahku di Bekasi. Setiap kali aku ke Jakarta, lewat jalan tol Cikampek, aku melewati dua gerbang tol: Jati Bening alias Pondok Gede Barat dan Pondok Gede Timur. Kalau lewat Bekasi Barat, aku melewati tiga gerbang. Aku cerita kalau lewat tol Jati Bening dulu ya. Begitu sampai di jendela pembayaran, aku bersalam tempel dengan petugas. Aku mengulurkan uang tol, ia memebriku secuil kertas. Kertas itu langsung kuremas supaya mudah kulempar ke tempat sampah. Hal yang sama terjadi lagi di gerbang tol Pondok Gede Barat dan begitu lagi, begitu lagi setiap kali aku melewati gerbang tol. Bayar, terima secul kertas, lempar ke tempat sampah. Tapi kawan, kalian lihat ngga? Kalian sadar ngga? Sadar apa, tanya kalian? Itu.. kertas di tempat sampah di mobilku dan di mobil kalian. O o, kalian tidak membuang cuilan kertas itu ke temapat sampah? Kalian terbangkan kertas itu begitu menerimanya? Hehehe, pantas kawasan sekitar gerbang tol bak ditaburi bunga putih sepanjang hari. Mau tahu ke mana arah tulisan ini? Kita main matematika. Kalau cuilan kertas di tempat sampah mobil aku kumpulkan, lalu kusambung-sambung, berapa lebar atau panjangnya setelah satu bulan? Cuilan akertas itu berukuran 3 X 4 cm, Jadi luasnya 12 cm. Kalau aku bolak balik Bekasi-Jakarta- Bekasi dua kali saja sehari, aku menerima kertas selebar 4 X 12 cm. Dalam satu bulan aku punya kertas 20 X 48 cm, selebar dua kertas ukuran A4 Man! Naaa … terus…., berapa ratus mobil melewati jalurku setiap hari dan berapa puluh ribu kendaraan lewat dalam satu bulan. Hitung saja berapa rim kertas dibuang di tempat sampah dan diterbangkan angin di jalan? Dari mana datangnya kertas, ya kawan Kalau bukan dari kayu. Dari mana datanagnya kayu , ya teman Kalau bukan dari pohon….. Yuk pikirkan bersama jalan keluarnya,, kawan Biar kertas itu bisa lebih bermanfaat. Gimana kalau kertas diganti dengan plastik seperti yang dipakai di tol Bekasi Barat saja ya. Kartu plstik dikembalikan dan tidak dibuang, maka lebih hemat, tdak boros, mengurangi penggunaan kayu, dan mengurangi dana pengeluaran. Biar tarif tol tidak naik tiap tahun gitu loh ! Biar mengurangi sia-sianya penggunaan kayu.
0 Tanggapan ke “Daripada…”